NusraID - Program Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keterampilan dan kapasitas keilmuan mahasiswa melalui program joint study di Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Lombok. Sebanyak empat mahasiswa dikirim untuk mengikuti program tersebut selama satu semester, Jumat (14/8/2026).
Program joint study ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Program Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi dan POLTEKPAR Lombok yang telah berjalan secara rutin selama empat tahun terakhir. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran di luar kampus dalam kerangka Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Koordinator Program Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi, Muhammad Ramli, M.Pd., CHE., mengatakan program pertukaran tersebut merupakan bentuk pemenuhan hak belajar mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman akademik di luar kampus.
“Program joint study ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertukar budaya belajar sekaligus memperdalam keterampilan yang mungkin belum sepenuhnya mereka dapatkan di kampus asal,” ucap Muhammad Ramli.
Menurutnya, pengalaman belajar di lingkungan POLTEKPAR Lombok diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa, khususnya terkait praktik dan kebutuhan industri pariwisata.
Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Bahasa, Seni dan Humaniora (FBSH) Universitas Hamzanwadi, Dr. Muh. Jailan Alpansori, M.Pd. Ia menilai POLTEKPAR Lombok menjadi tempat yang tepat bagi mahasiswa Prodi Pariwisata untuk memperkuat kompetensi mereka.
“Dari empat program studi yang berada di bawah FBSH, hanya Prodi Pariwisata yang merupakan ilmu murni, sedangkan lainnya merupakan bidang kependidikan. Karena itu, sangat tepat jika POLTEKPAR Lombok dijadikan tempat belajar selama satu semester agar mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih komprehensif tentang industri pariwisata,” katanya.
Sementara itu, Direktur POLTEKPAR Lombok, Dr. Ali Muhtasom, A.Md., MM., CHCM., CHE., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Hamzanwadi atas kepercayaan yang diberikan kepada POLTEKPAR Lombok sebagai tempat pelaksanaan program MBKM.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Universitas Hamzanwadi yang telah memilih POLTEKPAR Lombok sebagai tempat mahasiswa melaksanakan program MBKM selama satu semester,” ungkapnya.
Ali Muhtasom menegaskan, proses pembelajaran di POLTEKPAR Lombok tidak hanya berorientasi pada outcome based education, tetapi juga menekankan pengalaman dan praktik yang berkaitan langsung dengan kebutuhan industri.
“Lulusan tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi harus memiliki keterampilan dan kompetensi yang mumpuni sesuai dengan bidangnya di dunia industri,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada empat mahasiswa Universitas Hamzanwadi yang mengikuti program tersebut agar mampu beradaptasi dengan seluruh proses pembelajaran serta budaya akademik yang berlaku di POLTEKPAR Lombok.
“Mahasiswa yang mengikuti program MBKM harus siap mengikuti setiap proses dan budaya yang berlaku di POLTEKPAR agar mendapatkan pengalaman dan kompetensi yang diharapkan,” harapnya.
Melalui program joint study tersebut, Universitas Hamzanwadi dan POLTEKPAR Lombok diharapkan terus memperkuat sinergi dalam mencetak mahasiswa pariwisata yang tidak hanya memiliki wawasan akademik, tetapi juga keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami