NusraID - Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor Lombok Timur dan Yayasan Pembina Pendidikan (YPP) NWDI NTB resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan Islam di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penandatanganan MoU berlangsung di Gedung TGB Center Mataram, Sabtu (15/8/2026). IAIH Pancor diwakili Wakil Rektor I, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, sementara YPP NWDI NTB diwakili Ketua Umum Prof. Dr. H. Muslihun, M.Ag.
Prosesi tersebut turut disaksikan Ketua Umum PB NWDI TGB Dr. H. M. Zainul Majdi, MA, jajaran Mustasyar PB NWDI, Dewan Pakar NWDI, Pengurus Wilayah NWDI NTB, serta sejumlah badan otonom di bawah PB NWDI.
Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap penguatan pendidikan Islam di NTB.
Kata dia, Kerja sama tersebut mencakup sejumlah bidang strategis, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan kapasitas madrasah dan pondok pesantren NWDI di seluruh NTB.
Selain itu, kedua pihak akan mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan melalui studi, pelatihan, seminar, lokakarya, bimbingan teknis, serta berbagai kegiatan pengembangan profesional.
Dalam bidang akademik, kerja sama juga membuka ruang bagi pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian mahasiswa dan dosen, serta kegiatan akademik lain yang sesuai dengan kebutuhan madrasah dan pesantren.
Ruang lingkup MoU turut mencakup digitalisasi pendidikan, literasi, kewirausahaan, bahasa, dan keagamaan. Kedua pihak juga dapat memanfaatkan secara bersama tenaga ahli, narasumber, fasilitas, sarana dan prasarana, jaringan kelembagaan, data, serta informasi untuk mendukung pelaksanaan program kerja sama.
Sementara itu, Sekretaris YPP NWDI NTB, Drs. H. Sahnan, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas ditandatanganinya MoU tersebut.
Menurut Sahnan, kerja sama antara IAIH Hamzanwadi Pancor dan YPP NWDI NTB memiliki tujuan yang mulia, terutama dalam memperkuat kelembagaan madrasah dan pondok pesantren NWDI di NTB, meningkatkan kualitas SDM, serta memperluas akses perguruan tinggi.
"Kerja sama ini bertujuan sangat mulia, yakni untuk penguatan kelembagaan madrasah dan pondok pesantren NWDI di NTB, peningkatan kualitas SDM, perluasan akses perguruan tinggi, dengan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak secara maksimal," ucapnya Sahnan.
Ia menyadari bahwa pelaksanaan kerja sama tersebut tidak mudah dan membutuhkan proses serta komitmen dari kedua belah pihak. Namun, menurutnya, langkah awal melalui penandatanganan MoU merupakan bagian penting untuk mewujudkan cita-cita yang telah disepakati.
"Pelaksanaan kerja sama ini tentu tidak mudah, namun harus kita mulai dari langkah pertama. Dengan keyakinan bahwa kedua belah pihak akan mampu mewujudkan cita-cita mulia yang tertuang dalam dokumen MoU ini, dengan prinsip berkolaborasi memajukan peradaban untuk kemaslahatan bersama," katanya.
Sahnan berharap MoU tersebut tidak berhenti sebagai dokumen kerja sama, tetapi segera diterjemahkan dalam berbagai program konkret yang memberikan manfaat bagi lembaga pendidikan, pesantren, dan masyarakat.
Kehadiran TGB Dr. H. M. Zainul Majdi sebagai saksi penandatanganan juga dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi kelembagaan di lingkungan NWDI.
Melalui kerja sama tersebut, IAIH Pancor dan YPP NWDI NTB diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan Islam yang tetap berakar pada tradisi keilmuan dan pesantren, namun terbuka terhadap inovasi, digitalisasi, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kolaborasi ini diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan Islam di NTB sekaligus memperkuat peran NWDI dalam menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan memiliki daya saing global.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami