- -->
  • Jelajahi

    Copyright © NusraID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     

    Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor Wujudkan Kampus Berdampak melalui Workshop KBC dan Literasi

    NusraID
    Sabtu, 03 Oktober 2026, 7:11 PM Last Updated 2026-10-03T12:11:44Z

    Pendidikan bukan sekadar tentang menyampaikan ilmu, mengejar angka, atau mencetak kelulusan.

     

    NusraID - Pendidikan bukan sekadar tentang menyampaikan ilmu, mengejar angka, atau mencetak kelulusan. Lebih dari itu, pendidikan adalah tentang menanamkan nilai, menyentuh hati, menumbuhkan kepedulian, dan membentuk generasi yang berkarakter. Berangkat dari semangat inilah, Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAI) Pancor mengambil langkah nyata dalam mewujudkan pendidikan yang lebih humanis melalui Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Literasi.


    Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 28 September hingga 1 Oktober 2026, ini menjadi bukti nyata komitmen IAI Hamzanwadi Pancor dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Bekerja sama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, workshop ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan madrasah untuk terus meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat karakter peserta didik melalui pembelajaran yang sarat nilai cinta dan kasih sayang.


    Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, kegiatan ini membawa pesan penting: ruang kelas tidak boleh hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang tumbuhnya cinta, kemanusiaan, dan peradaban.


    Melibatkan 12 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di lingkungan KKG Kecamatan Montong Gading dengan total 48 guru sebagai peserta, workshop ini berlangsung dengan semangat dan antusiasme yang tinggi. Para peserta tidak hanya diajak memahami konsep Kurikulum Berbasis Cinta secara teoritis, tetapi juga didorong untuk mempraktikkan dan menjiwai nilai-nilainya dalam proses pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas.


    Melalui pendekatan workshop andragogi, pembelajaran partisipatif, dan pendampingan intensif, Tim KBC Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor berupaya membangkitkan kesadaran bahwa guru bukan sekadar pengajar, melainkan juga pendidik yang memiliki peran besar dalam membentuk kepribadian dan masa depan generasi bangsa.


    Suasana workshop menjadi ruang berbagi pengalaman, bertukar gagasan, dan menggali praktik pembelajaran yang lebih bermakna. Semangat yang tumbuh selama kegiatan memperlihatkan bahwa pendidikan berbasis cinta bukan sekadar gagasan ideal, melainkan sebuah pendekatan yang dapat dihadirkan secara nyata dalam kehidupan madrasah.


    Salah satu narasumber, Dewi Rohiani, M.Pd., menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta dapat menjadi hidden curriculum yang diintegrasikan ke dalam setiap mata pelajaran.


    “KBC merupakan hidden curriculum yang bisa diinsersi pada setiap mata pelajaran yang ada, sehingga dapat mewujudkan hasil pembelajaran yang humanis dan bermakna,” ungkapnya.


    Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai cinta dalam KBC mencakup cinta Allah dan Rasul, cinta ilmu, cinta diri, cinta sesama, cinta lingkungan, serta cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan dalam membangun proses pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga menumbuhkan spiritualitas, kepedulian sosial, kesadaran ekologis, dan semangat kebangsaan.


    Seluruh nilai itu berpijak pada prinsip ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin, yakni menghadirkan rahmat, kasih sayang, dan kemaslahatan bagi seluruh alam.


    Bagi para guru peserta workshop, kegiatan ini bukan sekadar agenda pelatihan empat hari. Lebih jauh, workshop ini diharapkan menjadi titik awal perubahan dalam praktik pembelajaran di madrasah masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai catatan kegiatan, tetapi menjelma menjadi pengalaman belajar yang lebih menyentuh hati, membangun karakter, dan memberikan makna bagi peserta didik.


    Ketua KKG MI Kecamatan Montong Gading, Muhajjirin, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada IAI Hamzanwadi Pancor, khususnya Tim KBC Fakultas Tarbiyah, atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan selama kegiatan berlangsung.


    Menurutnya, materi dan pengalaman yang diperoleh dalam workshop tersebut akan menjadi panduan bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter peserta didik berdasarkan nilai-nilai cinta dan kasih sayang yang selaras dengan inti ajaran Islam.


    Harapan tersebut menegaskan bahwa perubahan pendidikan sesungguhnya dimulai dari kesediaan guru untuk terus belajar, membuka diri terhadap pembaruan, dan menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap proses pembelajaran.


    Workshop KBC dan Literasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya IAI Hamzanwadi Pancor menerjemahkan konsep “Kampus Berdampak” ke dalam tindakan nyata. Jika perguruan tinggi selama ini dikenal melalui kegiatan akademik, penelitian, dan capaian institusional, maka melalui pengabdian kepada masyarakat, kehadiran kampus juga diukur dari kontribusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


    Wakil Rektor III IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. Ahmad Muzayyin, menekankan pentingnya membangun dan memperkuat kemitraan antara IAI Hamzanwadi Pancor dengan madrasah serta berbagai lembaga lainnya.


    Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat posisi IAI Hamzanwadi Pancor sebagai Kampus Berdampak yang turut mengambil peran dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah.


    Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. Idawati, M.Pd., selaku penanggung jawab Tim KBC IAI Hamzanwadi Pancor, menyampaikan bahwa workshop Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah strategis untuk terus mengaktualisasikan kebijakan Kampus Berdampak.


    Melalui program ini, perguruan tinggi diharapkan tidak berjalan sendiri dalam menunaikan tanggung jawab akademiknya, tetapi mampu membangun hubungan yang erat dengan kebutuhan masyarakat. Sinergi antara kampus dan madrasah menjadi jembatan penting untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan berkelanjutan.


    Workshop yang berlangsung selama empat hari ini merupakan tahap kedua dari empat tahapan pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta. Tahapan tersebut meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tindak lanjut pertama, serta tahap evaluasi dan tindak lanjut kedua.


    Dengan demikian, berakhirnya workshop pada 1 Oktober 2026 bukanlah akhir dari perjalanan. Justru, kegiatan ini menjadi awal dari proses pendampingan dan penerapan nilai-nilai KBC di lingkungan madrasah. Tindak lanjut akan dilakukan sesuai dengan tahapan yang telah dirancang, sehingga implementasi kurikulum dapat terus dipantau, dievaluasi, dan dikembangkan secara berkesinambungan.


    Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak pengetahuan yang dikuasai peserta didik, tetapi juga oleh bagaimana mereka belajar menghargai diri sendiri, menyayangi sesama, mencintai ilmu, menjaga lingkungan, serta mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.


    Melalui Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Literasi, Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor menegaskan bahwa pendidikan yang bermakna harus berangkat dari hati, tumbuh melalui keteladanan, dan berujung pada perubahan nyata.


    Sebab, ketika ilmu disampaikan dengan cinta, ruang kelas bukan hanya tempat belajar, melainkan tempat tumbuhnya harapan, karakter, dan masa depan yang lebih manusiawi.


    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami

    Terkini