- -->
  • Jelajahi

    Copyright © NusraID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     

    Membanggakan! Siswi SDI NW Korleko, Zafira Putri Istikharah, raih medali perak OSPN provinsi dan lolos ke tingkat nasional

    NusraID
    Senin, 12 Oktober 2026, 2:06 PM Last Updated 2026-10-12T07:23:41Z

    Keikutsertaan Zafira dalam OSPN bukan sekadar keinginan untuk mendapatkan medali. Lebih dari itu, ia memandang kompetisi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan akademik dan menguji sejauh mana pengetahuan yang telah dipelajarinya.
    Foto: ZAFIRA PUTRI ISTIKHARAH umur Siswi yang duduk di kelas v SDI NW Korleko, bersal dari dusun Gubuk Timuk, Desa Korleko,Kecatamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Nusa atenggara Barat



    NusraID - Prestasi tidak selalu lahir dari sekolah dengan bangunan megah atau fasilitas yang serba lengkap. Terkadang, prestasi tumbuh dari sebuah mimpi sederhana, semangat belajar yang tak pernah padam, serta dukungan keluarga dan guru yang tak kenal lelah. Itulah kisah Zafira Putri Istikharah, siswi berusia 10 tahun asal Dusun Gubuk Timuk, Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.


    Duduk di bangku kelas V SDI NW Korleko, Zafira berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali perak dalam Olimpiade Sains Pelajar Nusantara (OSPN) tingkat Provinsi bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Prestasi tersebut sekaligus mengantarkannya lolos ke tingkat nasional dalam ajang olimpiade berbasis daring yang diselenggarakan melalui mekanisme kurasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).


    Bagi sebagian anak seusianya, hari-hari mungkin dihabiskan dengan bermain dan menikmati waktu bersama teman-teman. Namun, di balik senyum dan kesehariannya sebagai seorang pelajar, Zafira menyimpan tekad besar untuk terus belajar, mengasah kemampuan, dan membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.


    Keikutsertaan Zafira dalam OSPN bukan sekadar keinginan untuk mendapatkan medali. Lebih dari itu, ia memandang kompetisi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan akademik dan menguji sejauh mana pengetahuan yang telah dipelajarinya.


    Keinginan tersebut tumbuh dari kesadaran bahwa setiap kesempatan belajar merupakan jalan untuk menjadi lebih baik.


    "Saya tertarik mengikuti lomba ini karena merasa bahwa lomba ini merupakan salah satu jalan untuk meningkatkan kemampuan saya di bidang akademik," ucapnya Senin (12/10/2026).


    Di balik tekadnya, ada sosok ibu yang menjadi sumber motivasi terbesar. Bagi Zafira, dukungan dan pengorbanan orang tua merupakan alasan kuat untuk terus berjuang. Ia ingin membalas jerih payah kedua orang tuanya melalui prestasi yang membanggakan.


    Selain keluarga, guru-guru di sekolah juga memiliki tempat istimewa dalam perjalanan prestasinya. Ia ingin menunjukkan bahwa ilmu, bimbingan, dan kesabaran yang diberikan para guru tidak berakhir sia-sia.


    "Saya ingin membuktikan kepada guru-guru saya bahwa apa yang telah mereka ajarkan dengan lelah, susah, dan payah kepada saya bisa membuahkan hasil," tuturnya.


    Meraih medali perak tentu bukan perkara mudah. Ada proses panjang yang harus dilalui, mulai dari mempelajari materi, mengerjakan latihan soal, hingga mempersiapkan diri menghadapi tantangan dalam olimpiade.


    Selama hampir empat bulan, Zafira berusaha menjaga fokus dan kedisiplinannya. Ia mengikuti les privat yang disiapkan oleh pihak sekolah serta belajar secara mandiri di rumah.


    Waktu yang dijalani selama masa persiapan menjadi bagian penting dari perjuangannya. Ia harus membagi perhatian antara kegiatan belajar sehari-hari dan materi olimpiade yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam.


    Namun, tantangan terbesarnya ternyata bukan hanya soal-soal IPA yang harus dikuasai. Ada pergulatan dalam dirinya sendiri, berupa rasa takut, keraguan, dan kekhawatiran apakah ia mampu melewati kompetisi tersebut.


    "Tantangan terbesar yang saya hadapi adalah diri saya sendiri. Kadang ada rasa takut dan ragu dalam diri saya, apakah saya bisa melewatinya. Sesekali, di tengah-tengah persiapan, rasa ingin menyerah itu muncul," ceritanya.


    Pada saat-saat seperti itulah, dukungan keluarga menjadi kekuatan yang membuatnya kembali bangkit. Ibu dan ayahnya terus memberikan semangat agar Zafira tidak berhenti berusaha hanya karena rasa takut.


    Perlahan, ia belajar bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki keraguan, melainkan tetap melangkah meskipun keraguan itu ada.


    Dalam perjalanan meraih prestasi, Zafira tidak berjalan sendirian. Ada keluarga yang terus mendukung, guru yang membimbing, serta teman-teman yang memberikan motivasi.


    Ia menyadari bahwa keberhasilan yang diraihnya merupakan hasil dari proses belajar yang melibatkan banyak orang. Medali perak yang kini menjadi kebanggaannya bukan hanya simbol pencapaian pribadi, tetapi juga buah dari dukungan dan kerja keras orang-orang di sekelilingnya.


    Bagi Zafira, keberhasilan ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar pengakuan atas kemampuan akademiknya.


    "Prestasi ini sangat berarti bagi saya karena dengan prestasi ini, saya merasa berhasil menjadi anak yang menghargai lelah dan letihnya ibu, ayah, serta guru-guru saya," ujarnya.


    Prestasi tersebut juga membawa perubahan dalam dirinya. Ia merasa pengetahuannya semakin bertambah dan wawasannya semakin luas. Ia pun menjadi lebih terbuka dalam bergaul serta lebih percaya diri ketika berinteraksi dengan teman-temannya.


    Pengalaman mengikuti olimpiade telah mengajarkannya bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Ada keberanian, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan kemampuan menghadapi tantangan yang juga tumbuh sepanjang perjalanan.


    Bagi Zafira, medali perak OSPN tingkat provinsi bukanlah garis akhir. Kelolosannya ke tingkat nasional justru menjadi pintu menuju tantangan yang lebih besar.


    Ia masih memiliki cita-cita yang ingin diwujudkan. Di usianya yang baru menginjak 10 tahun, Zafira sudah berani memasang target untuk melangkah lebih jauh, bahkan hingga ke panggung internasional.


    Semangat tersebut tercermin dalam kalimat motivasi yang selalu dipegangnya. "Prestasi bukan tentang semegah apa bangunan sekolahmu, tetapi setinggi apa keinginan dan cita-citamu.


    Kalimat sederhana itu menggambarkan keyakinannya bahwa latar belakang dan kondisi sekolah tidak seharusnya membatasi seseorang untuk bermimpi. Baginya, kemauan untuk belajar, keberanian mencoba, dan kesediaan menjalani proses merupakan modal penting untuk mencapai masa depan yang lebih baik.


    Zafira ingin membuktikan bahwa anak-anak dari desa pun memiliki kesempatan untuk berprestasi dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi.


    Di balik pencapaiannya, Zafira menyimpan pesan bagi teman-teman sebaya yang mungkin masih ragu terhadap kemampuan diri sendiri. Ia berharap tidak ada anak yang menghentikan langkahnya hanya karena merasa kurang mampu atau takut gagal.


    Dengan bahasa sederhana, ia mengajak teman-temannya untuk berani mencoba, terus belajar, dan tidak menyerah sebelum berjuang.


    "Untuk teman-temanku, jangan menyerah dan jangan putus asa. Jangan bunuh prestasimu sendiri dengan ketidakpercayaan dan keraguan terhadap kemampuanmu," pesannya.


    Ia percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang. Tidak ada alasan untuk merasa lebih rendah hanya karena berasal dari lingkungan atau sekolah yang berbeda.


    "Kita adalah manusia yang sama, kita anak yang sama, berangkat dari angka nol. Jika kita tidak melangkah dan tidak berani menggerakkan kaki untuk maju setapak, maka kita akan terus berada di angka nol," lanjutnya.


    Pesan itu menjadi cerminan perjalanan Zafira sendiri. Ia pernah merasakan takut dan ragu, tetapi memilih untuk tetap belajar. Ia pernah menghadapi keinginan untuk menyerah, tetapi dukungan keluarga dan guru membantunya kembali bersemangat.


    Bagi Zafira Putri Istikharah, perjalanan masih panjang. Medali perak hanyalah salah satu langkah. Di hadapannya terbentang cita-cita yang ingin terus dikejar, hingga suatu hari nanti ia mampu membawa namanya, sekolahnya, dan daerah asalnya menuju panggung prestasi yang lebih tinggi.

    Komentar

    Tampilkan

    1 komentar:

    Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami

    Terkini