NusraID – Di tengah hamparan lahan kering Dusun Tejong, Desa Ketangga, Kecamatan Suwela, Lombok Timur, suasana hari Rabu sore (6/5/2026) terasa berbeda. Dimana lima perempuan tampak sibuk mencatat, merekam, dan sesekali mengangguk serius saat berbincang dengan seorang petani.
Mereka bukan sekedar pengunjung melainkan jurnalis warga yang sedang belajar menangkap cerita dari akar kehidupan masyarakat.
Dimana kelima jurnalis tersebut diantaranya Nurul Haryati, Nonita Malaika, Baiq Mia Asri Ningsih, Bu Oki, dan satu peserta lainnya turun langsung ke lapangan untuk mempraktikkan keterampilan liputan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelatihan jurnalisme warga perempuan di Kecamatan Suwela, yang mendorong perempuan desa untuk berani bersuara dan mengangkat isu-isu lokal.
Fokus liputan mereka sore itu adalah praktik irigasi tetes sebuah metode penyiraman hemat air yang diterapkan oleh seorang petani setempat, Pe Yong.
Di tengah tantangan lahan kering dan musim kemarau yang kian panjang, teknik ini menjadi harapan baru bagi keberlangsungan pertanian didaerah tersebut.
"Kita turun langsung ke petani yang menerapkan irigasi tetes, supaya bisa belajar menggali informasi dari sumbernya," ucap salah satu jurnalis perempuan Nonita Malaika.
Di lain sisi, dengan sabar, Pe Yong salah seorang petani menjelaskan bagaimana sistem irigasi tetes bekerja. Air dialirkan perlahan langsung ke akar tanaman, sehingga tidak banyak yang terbuang. Hasilnya cukup signifikan.
"Irigasi tetes bisa menghemat air hingga 80 persen dibanding cara siram manual. Tanaman juga tidak mudah stres saat musim kemarau," terang Pe Young
Bagi petani di wilayah dengan keterbatasan air, efisiensi ini bukan sekadar keuntungan, melainkan kebutuhan. Tanaman cabai yang dibudidayakan Pe Yong tetap tumbuh produktif meski berada di lahan kering sesuatu yang sebelumnya sulit dicapai dengan metode konvensional.
Bagi para jurnalis warga perempuan ini, pengalaman tersebut bukan hanya soal belajar teknik wawancara. Mereka juga menyaksikan langsung bagaimana inovasi sederhana dapat memberi dampak besar bagi kehidupan masyarakat.
Melalui praktik lapangan ini, mereka diharapkan tidak hanya terampil dalam meliput, tetapi juga mampu menghadirkan cerita-cerita yang relevan, inspiratif, dan dekat dengan realitas warga. Dari desa, oleh warga, untuk perubahan yang lebih luas.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami