- -->
  • Jelajahi

    Copyright © NusraID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Petani di Ketangga inovatif, terapkan irigasi tetes ditengah krisis air

    NusraID
    Rabu, 06 Mei 2026, 7:25 PM Last Updated 2026-05-06T12:25:25Z
    Irigasi tetes adalah metode pemberian air secara perlahan langsung ke zona akar tanaman melalui jaringan pipa berlubang kecil. Teknis ini dinilai lebih efisien karena hanya sedikit air yang terbuang akibat penguapan atau limpasan air hujan.


    NusraID - Di tengah tantangan ketersediaan air untuk lahan pertanian di musim kemarau, warga Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur, justru menunjukkan langkah inovatif. Mereka telah mulai menerapkan konsep irigasi tetes (drip irrigation) pada sejumlah kebun sayur dan tanaman palawija.


    Irigasi tetes adalah metode pemberian air secara perlahan langsung ke zona akar tanaman melalui jaringan pipa berlubang kecil. Teknis ini dinilai lebih efisien karena hanya sedikit air yang terbuang akibat penguapan atau limpasan air hujan.


    Inisiatif ini digerakkan oleh sekelompok petani muda setempat. Salah satu petani Yonk (42), mengatakan ide tersebut muncul setelah mereka mengikuti pelatihan pertanian lahan kering, juga mempelajari konsep ini melalui media sosial (medsos).


    "Kami belajar bahwa air yang sedikit pun bisa maksimal jika diberikan tepat sasaran. Di sini musim kemarau panjang, sumur mulai surut. Dengan irigasi tetes, kami bisa menanam cabai dan tomat tanpa boros air," ujarnya saat ditemui di ladang miliknya pada Selasa (6/5/2026).


    Sistem yang mereka gunakan terbilang sederhana. Pipa utama disambungkan ke tandon air yang ditinggikan sekitar satu meter. Dari pipa utama, selang-selang kecil berlubang dialirkan sejajar dengan barisan tanaman. Air menetes setetes demi setetes, menjaga tanah tetap lembap tanpa menggenang.


    "Kami anggap ini konsep yang sangat efektif, lahan kering yang kami miliki lebih berguna meskipun di musim kemarau," tutur Yung.


    Sementara Kepala Dusun Monek, Desa Suela, Kecamatan Suela Rasid Ridoh mengapresiasi langkah warganya. Menurutnya, adaptasi teknologi tepat guna ini membantu ketahanan pangan desa saat musim kering.


    "Kami tidak punya irigasi teknis dari bendungan. Selama ini andalkan tadah hujan. Sekarang ada alternatif, semoga bisa ditiru petani lainnya," kata Ridho.


    Ridho mengungkapkan kedepan, ia akan mensosialisasikan kepada masyarakat lainya untuk menggunakan konsep irigasi tetes tersebut, khususnya warga yang memiliki lahan kering.


    "Tetap ada kesulitan kita untuk sosialisasi kepada masyarakat, seperti mensosialisasi pupuk organik, sampai saat ini masyarakat masih memilih non organik, meskipun sebagian warga menggunakan pupuk organik itu," jelasnya.


    Ridho berharap kepada masyarakat lainya bisa menerapkan konsep irigasi tetes tersebut guna meminimalisir biaya dan lahan kering juga menjadi bermanfaat.


    "Kami berharap warga menggunakan konsep ini dan juga pemerintah daerah memberikan pendampingan lebih lanjut, terutama bantuan teknis dan akses bahan baku yang lebih murah, agar irigasi tetes bisa menjangkau lebih banyak petani di Lombok Timur," tutupnya.


    Terpisah Ketua Media Speaker Kampung Hajad Guna Roasmadi mengatakan lahan pertanian milik warga ini menjadi tempat para Jurnalis Warga Perempuan dan Konten kreator mengampanyekan konsep irigasi tetes ini menggunakan sosial media dan media alternatif tersebut.


    "Ini cara kami dari Jurnalis warga untuk mengampanyekan kepada warga lainnya, agar menggunakan irigasi tetes dilahan kering di Lombok Timur," jelas Hajad.


    Hajad mengaku kampanye yang dilakukan oleh Jurnalis Warga Perempuan dan Konten kreator tersebut juga didukung oleh Non-Governmental Organization (NGO) internasional Uni Eropa dan Pena bulu, yang konsen memberikan edukasi kepada masyarakat untuk ekonomi hijau agar memanfaatkan lahan kering milik warga.


    "Semoga kampanye yang kami lakukan ini menjadi edukasi bagi warga untuk ekonomi hijau di Lombok Timur," tutupnya.
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami

    Terkini