- -->
  • Jelajahi

    Copyright © NusraID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Mitigasi Bahaya di Dapur, Athar: Pencegahan Lebih Baik Sebelum Terjadi

    NusraID
    Jumat, 01 Mei 2026, 12:30 PM Last Updated 2026-05-01T05:30:38Z

    Dapur dikenal sebagai jantung rumah tangga, namun di balik fungsinya yang vital, dapur juga menyimpan berbagai potensi bahaya. Mulai dari risiko kebakaran, ledakan gas, hingga kecelakaan fisik seperti luka bakar dan terpeleset dapat terjadi jika tidak ada kewaspadaan.


    NusraID – Dapur dikenal sebagai jantung rumah tangga, namun di balik fungsinya yang vital, dapur juga menyimpan berbagai potensi bahaya. Mulai dari risiko kebakaran, ledakan gas, hingga kecelakaan fisik seperti luka bakar dan terpeleset dapat terjadi jika tidak ada kewaspadaan.



    Kepala Bidang Pencegahan pada Dinas Damkar Lombok Timur, Athar, menegaskan pentingnya langkah mitigasi untuk menjaga keamanan di dapur. Ia menekankan bahwa pencegahan adalah kunci utama dalam menghindari insiden yang tidak diinginkan.



    "Dapur yang aman adalah dapur yang tertib dan terawat. Mitigasi bukan berarti takut memasak, tapi bagaimana kita siap mencegah agar kegiatan memasak tetap menyenangkan dan bebas dari bahaya," ucap Athar.



    Mitigasi Kebakaran dan Kebocoran Gas


    Menurut Athar, risiko terbesar di dapur berasal dari kebakaran dan kebocoran gas. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa selang dan regulator gas.



    "Jika selang sudah keras atau retak, serta regulator longgar, segera diganti. Untuk mengecek kebocoran, gunakan air sabun, bukan api korek," jelasnya.



    Ia juga mengingatkan agar tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala tanpa pengawasan. "Minyak yang terlalu panas bisa terbakar sendiri. Ini sering dianggap sepele, padahal sangat berbahaya,"katanya



    Selain itu, posisi tabung gas harus diperhatikan. Tabung sebaiknya ditempatkan di area sejuk, kering, dan jauh dari paparan sinar matahari langsung. Athar juga menyarankan agar setiap dapur memiliki alat pemadam api ringan (APAR) atau selimut api sebagai langkah antisipasi.



    Keselamatan Penggunaan Listrik


    Athar menyoroti penggunaan peralatan listrik di dapur yang juga berpotensi menimbulkan bahaya.



    "Pastikan semua peralatan seperti blender, mixer, dan rice cooker jauh dari percikan air. Air dan listrik adalah kombinasi yang sangat berbahaya," ujarnya.



    Ia juga mengingatkan agar kabel tidak dibiarkan berantakan dan selalu mencabut peralatan listrik setelah digunakan untuk mencegah panas berlebih atau korsleting.



    Pencegahan Kecelakaan Fisik


    Selain kebakaran dan listrik, kecelakaan fisik juga menjadi perhatian. Athar mengimbau agar lantai dapur selalu dijaga tetap kering untuk menghindari terpeleset.



    "Segera lap tumpahan air atau minyak. Lantai licin adalah penyebab utama cedera di dapur," katanya.



    Ia juga menyarankan agar gagang panci diposisikan ke arah dalam agar tidak tersenggol, serta menggunakan alas panas saat meletakkan peralatan masak. Benda tajam seperti pisau juga harus disimpan di tempat aman, terutama jika ada anak-anak di rumah.



    Kebersihan dan Kesehatan


    Dalam aspek kebersihan, Athar menekankan pentingnya menjaga saluran udara dapur tetap bersih dari kerak minyak.



    "Kerak yang menumpuk bukan hanya sarang bakteri, tapi juga mudah terbakar," tuturnya



    Ia juga mengingatkan agar bahan kimia seperti cairan pembersih atau bensin tidak disimpan di dekat kompor maupun bahan makanan.



    Menutup pernyataannya, Athar kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan dalam aktivitas sehari-hari di dapur.



    "Ingat, kewaspadaan adalah perlindungan terbaik bagi keluarga. Dengan langkah mitigasi yang tepat, kita bisa meminimalkan risiko dan menciptakan lingkungan dapur yang aman," pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami

    Terkini