- -->
  • Jelajahi

    Copyright © NusraID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    KPU Lombok Timur gelar penandatanganan MoU dan penyusunan program pendidikan pemilih ke 4 kampus

    NusraID
    Selasa, 05 Mei 2026, 12:23 PM Last Updated 2026-05-05T05:25:30Z

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur menggelar kegiatan penandatanganan empat nota kesepahaman (MoU) serta pembahasan dan penetapan klausul lima perjanjian kerja sama. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyusunan program kerja sama bersama mitra pendidikan pemilih.

     

    NusraID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur menggelar kegiatan penandatanganan empat nota kesepahaman (MoU) serta pembahasan dan penetapan klausul lima perjanjian kerja sama. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyusunan program kerja sama bersama mitra pendidikan pemilih.



    Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Muhammad Sujai, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pendidikan pemilih, khususnya bagi pemilih pemula.



    "Penandatanganan MoU ini untuk dilanjutkan dengan kerja sama dengan empat perguruan tinggi dan satu instansi, yaitu Kemenag Kabupaten Lombok Timur, terkait dengan pendidikan pemilih pemula, terutama di sekolah-sekolah di bawah Kemenag, termasuk sekolah swasta," ucapnya



    Selain itu, kerja sama dengan perguruan tinggi difokuskan pada penyusunan mekanisme pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Presiden Mahasiswa, dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) agar dapat berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi.



    "Bagaimana kita menyusun suatu mekanisme pemilihan BEM dan presiden mahasiswa serta DPM yang bisa dilaksanakan di kampus sesuai dengan amanat demokrasi, yakni adanya unsur eksekutif, legislatif, dan yudikatif," jelas Sujai.



    Ia menambahkan, meskipun beberapa kampus telah memiliki mekanisme yang baku, hal tersebut tidak mengurangi esensi untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi di lingkungan kampus.



    Dari 15 perguruan tinggi yang diundang, empat di antaranya memberikan respons positif dan siap menjadi percontohan, yaitu STMIK Syekh Zainuddin NW Anjani, UGR, ITKES Muhammadiyah Selong, dan IAIH Pancor.



    "Secara garis besar, kemarin kami sudah mengundang 15 perguruan tinggi, tetapi yang mendapatkan respon positif untuk saat ini dan mudah-mudahan bisa menjadi percontohan di Lombok Timur ada empat perguruan tinggi," katanya.



    Tujuan utama dari program ini katanya adalah menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi baik di lingkungan kampus maupun sekolah.



    "Bagaimana kita menebarkan nilai-nilai demokrasi itu, baik di lingkungan kampus maupun di lingkungan sekolah," tegasnya.



    Menurut Sujai, pihak kampus menyambut baik program ini, meskipun pembentukan semacam KPU Mahasiswa yang mandiri dan independen belum sepenuhnya terwujud di semua kampus.



    "Keinginan KPU untuk membentuk semacam KPU Mahasiswa yang mandiri dan independen itu masih belum terwujud sepenuhnya. Namun sudah bisa diterapkan di dua kampus, yaitu UGR dan STK Syekh Zainuddin," ungkapnya.



    Sementara di kampus lain, mekanisme yang sudah ada tetap digunakan, namun tetap disisipkan nilai dan kesepakatan terkait peningkatan partisipasi pemilih.

    Untuk tingkat sekolah, KPU Lombok Timur telah melakukan penjajakan dengan Kantor Cabang Dinas (KCD). 



    Namun, pelaksanaan program masih membutuhkan waktu karena harus melalui persetujuan masing-masing satuan pendidikan.



    "Kalau di sekolah, kami sudah melakukan penjajakan ke KCD. Namun keputusan tetap ada di tingkat satuan pendidikan, sehingga perlu waktu untuk mengumpulkan kepala sekolah," jelasnya.



    Meski demikian, sosialisasi pendidikan pemilih pemula tetap berjalan di sekolah-sekolah yang telah memberikan respons.

    Lebih jauh, Sujai menekankan bahwa fokus utama program ini bukan hanya pada aspek kepemiluan, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai demokrasi.



    "Bukan hanya bagaimana kepemiluan, tapi nilai-nilai demokrasi yang harus kita tularkan kepada mahasiswa dan pemilih pemula agar degradasi demokrasi yang terjadi saat ini bisa dikurangi," ujarnya.



    Ia juga menyinggung tantangan demokrasi saat ini yang mulai tergerus oleh kepentingan pragmatis, seperti praktik politik uang.



    "Nilai-nilai demokrasi kita agak terkikis dengan kepentingan yang pragmatis, seperti money politic. Ini yang ingin kita cegah sejak dini," terangnya



    Melalui program ini, KPU Lombok Timur berharap dapat mencetak generasi muda yang menjadi pelopor demokrasi yang sehat dan berkualitas.



    "Harapan dari program ini adalah bagaimana kita bisa menghasilkan pemuda-pemuda demokrasi yang bisa memberikan contoh, baik untuk dirinya sendiri, lingkungan kampus, maupun masyarakat luas, tentang bagaimana berdemokrasi dengan baik, jujur, dan benar," pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami

    Terkini