NusraID - Ratusan mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor yang akan menjalani Magang III atau Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mendapat pesan tegas sebelum diterjunkan ke sekolah-sekolah mitra. Mereka diingatkan bahwa menjadi guru bukan hanya berdiri di depan kelas dan menyampaikan materi, tetapi memikul tanggung jawab besar dalam membentuk masa depan generasi bangsa.
Dalam pembekalan Magang III, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIH Pancor, Dr. Idawati, M.Pd., menegaskan bahwa program tersebut merupakan mata kuliah wajib yang menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk membuktikan kemampuan sebagai calon pendidik profesional.
"Magang III adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari selama di kampus. Karena itu, seluruh peserta harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar mampu menjalankan tugas sebagai calon pendidik secara profesional," ucapnya, Sabtu (25/7/2026).
Mengusung tema cinta kepada peserta didik, Idawati mengingatkan seluruh peserta agar mengedepankan sikap adil dalam mendidik. Ia menegaskan, tidak boleh ada perlakuan berbeda terhadap siswa, apa pun latar belakang maupun kemampuan mereka.
"Jangan pilih kasih kepada peserta didik. Semua siswa harus mendapatkan perlakuan yang sama dan adil dalam proses pembelajaran," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. Abdul Hayy Akram, mengingatkan bahwa profesi guru merupakan amanah besar yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Menurutnya, guru memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar mengajar.
Guru dituntut mampu mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, hingga mengevaluasi peserta didik. Untuk menjalankan tugas tersebut, setiap calon guru wajib menguasai empat kompetensi utama, yakni kompetensi kepribadian, pedagogik, sosial, dan profesional.
"Empat kompetensi tersebut harus dipersiapkan sejak sekarang agar mahasiswa mampu menjadi guru yang profesional di mana pun nantinya bertugas," katanya.
Ia juga berharap para peserta Magang III mampu tampil sebagai learning agent atau agen pembelajaran yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menginspirasi, memotivasi, serta menghadirkan inovasi di lingkungan sekolah.
Menutup arahannya, Abdul Hayy menitipkan pesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik IAIH Pancor selama menjalankan praktik di sekolah maupun di tengah masyarakat.
"Saya menitipkan kepada seluruh peserta Magang III agar menjaga nama baik kampus, membawa citra positif lembaga, serta menunjukkan sikap dan profesionalisme selama menjalankan tugas di sekolah maupun di tengah masyarakat," pungkasnya.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami