- -->
  • Jelajahi

    Copyright © NusraID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     

    Tuan Guru Solah Resmi Nahkodai PD NWDI Lombok Timur

    NusraID
    Minggu, 18 Oktober 2026, 3:40 PM Last Updated 2026-10-18T08:41:38Z

    Dr. TGH. Sholah Sukarnawadi, Lc., M.A., yang dikenal sebagai Tuan Guru Solah, terpilih sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Kabupaten Lombok Timur dalam Musyawarah Daerah (Musda) I NWDI Lombok Timur tahun 2026.

     

    NusraID – Dr. TGH. Sholah Sukarnawadi, Lc., M.A., yang dikenal sebagai Tuan Guru Solah, terpilih sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Kabupaten Lombok Timur dalam Musyawarah Daerah (Musda) I NWDI Lombok Timur tahun 2026.


    Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam NWDI Lombok Timur, Ahad (18/10/2026), dan dihadiri jajaran pengurus organisasi serta perwakilan pengurus cabang.


    Dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, Dr. TGH. Sholah Sukarnawadi menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menyadari bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh elemen organisasi.


    Ia mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak bergantung pada satu orang, termasuk ketua, melainkan ditentukan oleh kekompakan dan kerja sama seluruh pengurus.


    Menurutnya, kemajuan PD NWDI Lombok Timur harus dibangun melalui semangat kebersamaan dan prinsip kolektif kolegial.


    "Majunya organisasi kita tidak bergantung kepada satu orang dan tidak bertumpu pada ketuanya saja. Karena itu, saya mengajak kita semua untuk terus bekerja sama memajukan Pengurus Daerah NWDI Lombok Timur secara kolektif kolegial," ucapnya.


    Tuan Guru Solah juga mengutip keteladanan Sayyidina Umar bin Khattab ketika menerima amanah sebagai khalifah. Ia menekankan pentingnya menyadari keterbatasan diri serta memohon pertolongan Allah SWT agar mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik.


    Ia berharap seluruh pengurus senantiasa diberikan kekuatan, kemampuan, dan keikhlasan dalam menjalankan amanah organisasi serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


    Salah satu prioritas yang akan dilakukan kepengurusan baru adalah memperkuat konsolidasi dan soliditas organisasi hingga ke tingkat cabang.


    Tuan Guru Solah mengungkapkan bahwa selama ini dirinya kerap menerima keluhan mengenai kurangnya perhatian pengurus daerah terhadap pengurus cabang dan anak cabang.


    Karena itu, setelah struktur kepengurusan rampung, ia berencana turun langsung untuk bersilaturahmi dengan para tokoh NWDI dan pengurus cabang di 21 kecamatan di Lombok Timur.


    "Insyaallah, setelah kepengurusan ini rampung, saya bersama jajaran pengurus akan turun bersilaturahmi kepada para tokoh dan pengurus cabang kita di 21 kecamatan. Kita ingin meningkatkan soliditas dan memastikan seluruh jajaran organisasi tetap kompak," ujarnya.


    Ia juga mengapresiasi berbagai kritik dan masukan yang disampaikan peserta Musda. Menurutnya, kritik yang membangun merupakan bentuk kepedulian terhadap kemajuan organisasi dan harus dijadikan bahan evaluasi bersama.


    Ia mengajak seluruh pengurus untuk menjaga persatuan, memperkuat komunikasi, serta mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.


    Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) NWDI Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. Najmul Akhyar, S.H., M.H., menegaskan bahwa penguatan organisasi harus menjadi perhatian utama pengurus daerah yang baru.


    Menurutnya, pengurus wilayah memiliki peran dalam menetapkan kebijakan, melakukan pengawasan, dan melantik kepengurusan sesuai kewenangannya. Sementara itu, pengurus daerah memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.


    Ia menilai, soliditas organisasi perlu diwujudkan melalui pembentukan kepengurusan yang lengkap, mulai dari tingkat daerah, cabang, hingga ranting.


    "Kalau pengurus cabangnya belum terbentuk, pengurus daerah harus mendorong pembentukannya. Begitu juga dengan pengurus ranting. Ini penting agar organisasi benar-benar hadir dan bekerja di tengah masyarakat," tegasnya.


    Dr. TGH. Najmul Akhyar juga menyoroti pentingnya menghidupkan kegiatan pengajian di madrasah-madrasah NWDI. Menurutnya, keberadaan pengurus daerah harus memberikan manfaat nyata bagi lembaga pendidikan dan warga organisasi di wilayah masing-masing.


    Ia mengingatkan agar jajaran pengurus tidak terlalu berfokus pada persoalan politik, mengingat masih banyak pekerjaan rumah internal organisasi yang harus diselesaikan.


    Menurutnya, pembenahan struktur, peningkatan pelayanan, serta penyelesaian persoalan kelembagaan harus menjadi prioritas sebelum organisasi menghadapi agenda politik berikutnya.


    Lebih lanjut, Dr. TGH. Najmul Akhyar berharap kepengurusan yang terpilih mampu menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat secara optimal.


    Ia menyebutkan sejumlah persoalan yang masih membutuhkan perhatian, di antaranya penyelesaian status tanah madrasah, pengelolaan dan penuntasan administrasi wakaf, serta penyesuaian nama lembaga dari Nahdlatul Wathan (NW) menjadi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI).


    Menurutnya, penyesuaian tersebut perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan organisasi agar administrasi dan identitas kelembagaan berjalan selaras dengan status organisasi saat ini.


    "Pengurus daerah harus mampu menjadi penghubung antara organisasi dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi madrasah maupun warga NWDI,"Pungkasnya 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami

    Terkini