- -->
  • Jelajahi

    Copyright © NusraID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Bertemu Gubernur NTT, PKC PMII Bali Nusra Tawarkan Gagasan Penguatan SDM dan Ekonomi Pemuda

    NusraID
    Rabu, 08 Juli 2026, 3:12 PM Last Updated 2026-07-08T08:12:36Z

    Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali Nusra bersama Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Kupang menyatakan dukungannya terhadap implementasi Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama tiga provinsi, yakni Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai strategi mempercepat pembangunan kawasan Bali Nusra.

     

    NusraID – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali Nusra bersama Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Kupang menyatakan dukungannya terhadap implementasi Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama tiga provinsi, yakni Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai strategi mempercepat pembangunan kawasan Bali Nusra.


    Dukungan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Kupang. Pertemuan itu juga menjadi forum dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah untuk membahas penguatan sumber daya manusia (SDM), pemberdayaan UMKM kepemudaan, serta peningkatan peran generasi muda dalam pembangunan daerah.


    Ketua PKC PMII Bali Nusra, Ahmad Muzakkir, mengatakan bahwa kerja sama antartiga provinsi tidak boleh berhenti sebatas penandatanganan nota kesepahaman, melainkan harus diterjemahkan ke dalam program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


    "MoU Bali, NTB, dan NTT merupakan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas pembangunan di kawasan Bali Nusra. Namun, keberhasilan kerja sama tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat sipil dilibatkan secara aktif dalam implementasinya," ujar Ahmad Muzakkir.


    Menurutnya, PMII siap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah dalam mengawal pelaksanaan kerja sama tersebut melalui berbagai program yang berorientasi pada penguatan kapasitas generasi muda.


    "PMII tidak hanya hadir sebagai kelompok yang menyampaikan kritik. Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Kami siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk memperkuat pembangunan SDM, meningkatkan kualitas kepemimpinan pemuda, mendampingi UMKM, hingga mendorong lahirnya wirausahawan muda yang mampu memanfaatkan potensi lokal," katanya.


    Dalam audiensi tersebut, PKC PMII Bali Nusra juga mengusulkan agar implementasi MoU tiga provinsi memberikan ruang yang lebih besar bagi organisasi kepemudaan dan perguruan tinggi untuk terlibat dalam berbagai program strategis. Di antaranya pengembangan SDM, pertukaran kepemudaan, pelatihan kewirausahaan, inkubasi bisnis, digitalisasi UMKM, riset kebijakan, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.


    Zakkir menilai, kawasan Bali Nusra memiliki karakteristik dan potensi ekonomi yang saling melengkapi sehingga kolaborasi lintas provinsi perlu diperkuat melalui pembangunan yang terintegrasi.


    "Generasi muda harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan. Mereka harus dipersiapkan menjadi inovator dan pencipta lapangan kerja. Karena itu, penguatan UMKM kepemudaan, ekonomi kreatif, dan digitalisasi usaha harus menjadi prioritas dalam implementasi kerja sama Bali, NTB, dan NTT," tegasnya.


    Menanggapi hal tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengapresiasi inisiatif PKC PMII Bali Nusra dan PC PMII Kota Kupang yang aktif memberikan gagasan bagi pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan kalangan mahasiswa sebagai mitra kritis yang mampu memberikan masukan sekaligus menawarkan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan.


    Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT terus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, mendorong tumbuhnya UMKM, serta meningkatkan daya saing daerah melalui inovasi dan pengembangan potensi lokal.


    Audiensi tersebut juga menghasilkan komitmen untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergi yang lebih konkret antara Pemerintah Provinsi NTT, PKC PMII Bali Nusra, dan PC PMII Kota Kupang. Kolaborasi itu diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai program bersama yang mendukung implementasi MoU Bali–NTB–NTT, khususnya pada sektor pengembangan SDM, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM kepemudaan, serta peningkatan jejaring kolaborasi antardaerah.


    Bagi PKC PMII Bali Nusra, sinergi lintas provinsi bukan hanya menjadi agenda pembangunan pemerintah, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak transformasi kawasan Bali Nusra menuju wilayah yang lebih maju, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami

    Terkini