NusraID - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Pancor jurusan kuliner menggelar kegiatan “Guru Tamu” dengan tema fruit carving atau seni mengukir buah, pada Senin (20/04/2026).
Dalam kegiatan ini, sekolah menghadirkan dua pakar langsung dari Indonesian Chef Association (ICA) NTB untuk memberikan pelatihan intensif kepada 46 siswa kelas X dan XI. Langkah tersebut menjadi strategi sekolah dalam membekali peserta didik dengan keahlian spesifik sebelum terjun ke dunia kerja.
Kepala Program Studi Kuliner SMK NWDI Pancor, Evilia Rochmi, M.Sc, menjelaskan bahwa fruit carving dipilih karena memiliki manfaat besar di dunia industri, khususnya pada sektor perhotelan dan restoran kelas atas.
"Hari ini kita belajar mengukir buah pepaya karena teksturnya yang ideal bagi pemula untuk diukir. Fruit carving ini adalah skill yang sangat dibutuhkan di industri. Kami ingin anak-anak punya pegangan khusus saat lulus nanti," ucapnya
Ia menambahkan, kegiatan Guru Tamu merupakan program rutin tahunan yang dilaksanakan minimal sekali setiap semester. Menurutnya, pelatihan kali ini menjadi sangat penting, terutama bagi siswa kelas XI yang dijadwalkan akan mengikuti Praktik Kerja Industri (Prakerin) pada bulan Juni mendatang di berbagai hotel berbintang di wilayah Lombok dan sekitarnya.
"Di sekolah mungkin mereka belajar teknik dasar, tapi hari ini mereka belajar langsung dari ahlinya. Pembelajarannya jauh lebih konkret karena dibimbing oleh chef profesional," tegasnya.
Dukungan juga datang dari manajemen sekolah. Wakil Kepala SMK NWDI Pancor Bidang Kurikulum, Ricky Ardiansyah, S.Pd, menyatakan bahwa interaksi langsung dengan praktisi menjadi kunci agar siswa tidak mengalami kesulitan saat memasuki dunia kerja.
"Ini adalah upaya sekolah agar anak-anak tidak kaget saat di dunia kerja nanti. Dampaknya sangat nyata. Sebagai contoh, siswa kami yang sedang PKL di Sparga Resort bahkan sudah ada yang direkrut sebagai tenaga casual karena keahliannya dinilai mumpuni," ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa kebijakan menghadirkan praktisi dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI) tidak hanya berlaku
untuk jurusan Kuliner. SMK NWDI Pancor mendorong seluruh jurusan, seperti Perhotelan, Tata Busana, hingga Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), untuk aktif berinteraksi dengan para ahli di bidang masing-masing.
"Selain akademisi, kita juga mengundang para praktisi. Semua jurusan kita dorong untuk melakukan hal yang sama agar mereka bisa berinteraksi langsung dengan kebutuhan industri," jelasnya.
Para siswa terlihat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Salah satu peserta, Nila Ratna Saputri, mengaku bangga dapat belajar langsung bersama chef profesional dari ICA NTB. Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal saat menjalani PKL.
“Kegiatan Guru Tamu ini sangat membantu kami yang akan PKL di dunia industri nanti, karena sudah memiliki pengalaman dasar,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa teknik fruit carving tidak mudah untuk dikuasai. Namun, dengan bimbingan langsung dari ahlinya, ia merasa lebih percaya diri untuk terus belajar.
"Memang susah, tapi kalau kita belajar dengan baik dan serius, lama-lama akan terasa lebih mudah dan terbiasa," pungkasnya.
Melalui pelatihan ini, SMK NWDI Pancor menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan praktis yang siap bersaing di pasar kerja global.
"Selain akademisi, kita juga mengundang para praktisi. Semua jurusan kita dorong untuk melakukan hal yang sama agar mereka bisa berinteraksi langsung dengan kebutuhan industri," jelasnya.
Para siswa terlihat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Salah satu peserta, Nila Ratna Saputri, mengaku bangga dapat belajar langsung bersama chef profesional dari ICA NTB. Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal saat menjalani PKL.
“Kegiatan Guru Tamu ini sangat membantu kami yang akan PKL di dunia industri nanti, karena sudah memiliki pengalaman dasar,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa teknik fruit carving tidak mudah untuk dikuasai. Namun, dengan bimbingan langsung dari ahlinya, ia merasa lebih percaya diri untuk terus belajar.
"Memang susah, tapi kalau kita belajar dengan baik dan serius, lama-lama akan terasa lebih mudah dan terbiasa," pungkasnya.
Melalui pelatihan ini, SMK NWDI Pancor menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan praktis yang siap bersaing di pasar kerja global.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami