- -->
  • Jelajahi

    Copyright © NusraID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pemkab Lotim tambah kuota LPG 3 Kg, fokus distribusi di 4 Kecamatan paling membutuhkan

    NusraID
    Senin, 06 April 2026, 5:24 PM Last Updated 2026-04-06T10:24:45Z

    Sekretaris Daerah Lombok Timur, HM Juaini Taofik mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan adanya penambahan kuota LPG 3 kg (gas melon) guna mengatasi kelangkaan yang terjadi di sejumlah wilayah di Gumi Patuh Karya ini.

     

    NusraID – Sekretaris Daerah Lombok Timur, HM Juaini Taofik mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan adanya penambahan kuota LPG 3 kg (gas melon) guna mengatasi kelangkaan yang terjadi di sejumlah wilayah di Gumi Patuh Karya ini.



    Ia menjelaskan, berdasarkan surat dari Bupati, kuota harian yang sebelumnya sekitar 35 ribu tabung kini mendapat tambahan sebanyak 24.490 tabung dalam minggu ini.



    "Mulai sore ini akan ada penebalan kuota. Ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang sempat mengalami antrean panjang," ucapnya Senin, (6/4/2026).



    Untuk tahap awal, distribusi tambahan difokuskan pada empat kecamatan yang dinilai paling membutuhkan, yakni Pringgasela, Lenek, Aikmel, dan Wanasaba.



    Menurut Kak Ofik sapaan akrapnya, langkah ini diambil berdasarkan laporan kondisi dilapangan, termasuk antrean panjang yang sempat terjadi di wilayah Aikmel.



    "Yang prioritas kita dahulukan. Besok akan kita upayakan merata ke seluruh pangkalan," katanya.



    Kak Ofik menegaskan bahwa penyaluran tambahan LPG difokuskan ke pangkalan resmi, bukan pengecer. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memudahkan pengawasan.



    Saat ini, Lombok Timur memiliki sekitar 770 pangkalan resmi yang berada di bawah pengawasan pemerintah.



    "Kalau kita distribusikan ke pengecer, kita tidak bisa mengontrol harga. Sementara pangkalan memiliki izin resmi dan bisa diawasi," jelasnya.




    Di lapangan, harga LPG 3 kg dilaporkan bervariasi, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per tabung, bahkan sempat menyentuh Rp30 ribu di beberapa wilayah.



    Pemerintah daerah mengakui pengawasan harga hanya bisa dilakukan hingga tingkat pangkalan, sementara distribusi ke pengecer berada di luar kendali langsung.



    Untuk itu kata Kak Ofik, Pemkab berencana akan membentuk satuan tugas (satgas) yang melibatkan dinas perizinan dan Satpol PP guna mengawasi praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).



    "Jika ada pangkalan menjual di atas ketentuan, izinnya bisa kita evaluasi," tegasnya.



    Sekda juga menyoroti kemungkinan adanya panic buying dan dugaan penimbunan sebagai penyebab kelangkaan.



    Menurutnya, peningkatan konsumsi tidak sepenuhnya wajar jika dibandingkan dengan kondisi saat Lebaran sebelumnya.



    "Kalau banyak masyarakat membeli melebihi kebutuhan, otomatis jatah yang lain berkurang. Ini yang harus kita kendalikan bersama," terangnya



    Kak Ofik mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi LPG tetap merata.



    Dengan tambahan pasokan yang telah disetujui, diharapkan kondisi kembali normal dalam waktu dekat.



    "Kami mohon masyarakat tidak panik. Distribusi sudah diatur secara bertahap dan tambahan kuota ini diharapkan mencukupi kebutuhan," tutupnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami

    Terkini