- -->
  • Jelajahi

    Copyright © NusraID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Disnakertrans Lombok Timur pantau kondisi PMI di Timur Tengah ditengah konflik AS–Israel vs Iran

    NusraID
    Selasa, 10 Maret 2026, 6:51 PM Last Updated 2026-03-10T11:52:41Z

    Ditengah memanasnya situasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur terus memantau kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di kawasan tersebut.

     

    NusraID - Ditengah memanasnya situasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur terus memantau kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di kawasan tersebut.



    Kepala Disnakertrans Lombok Timur, H. Suroto, mengatakan pihaknya terus mengikuti perkembangan situasi PMI melalui koordinasi dengan kementerian terkait serta informasi dari berbagai sumber, termasuk media sosial.



    "Kami tetap memantau perkembangan PMI kita, baik melalui informasi dari kementerian yang menangani PMI maupun dari media sosial," ucapnya Selasa, (10/3/2026)



    Menurut Suroto, pihaknya tidak memiliki data pasti mengenai jumlah PMI asal Lombok Timur yang saat ini berada di Timur Tengah. Hal ini disebabkan banyaknya pekerja migran yang telah kembali ke daerah asal sejak lama sehingga sulit dideteksi.



    Namun berdasarkan data keberangkatan yang melalui rekomendasi Disnakertrans, pada tahun 2023 tercatat sekitar 250 orang PMI berangkat ke Timur Tengah. Jumlah tersebut belum termasuk PMI yang berangkat pada tahun-tahun sebelumnya.



    "Kami tidak punya data pasti jumlah PMI di Timur Tengah, karena yang sudah pulang sejak dulu tidak bisa terdeteksi lagi. Kalau yang berangkat melalui rekomendasi Disnaker, data terakhir tahun 2023 sekitar 250 orang," jelasnya.



    Ia menegaskan, saat ini Disnakertrans Lombok Timur terus melakukan konsultasi dan komunikasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mengantisipasi jika terjadi masalah yang menimpa PMI di kawasan Timur Tengah.



    Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, juga telah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara-negara Timur Tengah.



    Disnakertrans Lombok Timur juga mengimbau keluarga PMI untuk segera melapor apabila ada masalah yang dialami anggota keluarganya di luar negeri.



    "Kami berharap jika ada PMI atau keluarga PMI yang memiliki masalah agar melapor dengan menyebutkan BNBA atau data lengkap, supaya kami mudah merespons dan menindaklanjuti laporan tersebut," katanya.



    Sementara itu, Suroto menyebutkan bahwa tujuan utama penempatan PMI asal Lombok Timur saat ini masih didominasi oleh Malaysia dengan persentase sekitar 80 persen.



    "Disisi lain, pada tahun ini mulai meningkat permintaan tenaga kerja dari Jepang dan Jerman, terutama untuk sektor kesehatan seperti tenaga perawat," pungkasnya



    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami

    Terkini