NusraID - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan TNI akan mulai memasang jembatan Bailey di dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB.
Kendati pemasangan ini menjadi solusi sementara pasca putusnya jembatan akibat banjir yang terjadi pada 19 November 2025 lalu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik mengatakan, pemasangan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi intensif antara Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, Danrem, hingga Pangdam IX/Udayana.
Keputusan menghadirkan jembatan Bailey diambil guna segera memulihkan akses jalan masyarakat yang sempat terisolasi.
“Hari ini saya ditugaskan oleh Bapak Bupati untuk mendampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB dan tim Zipur TNI. Alhamdulillah, apa yang diharapkan masyarakat, khususnya Desa Perigi, mulai terwujud dengan dipasangnya jembatan ini,” ucap Kak Ofik sapaan akrapnya saat meninjau lokasi, Ahad (4/1/2025).
Kak Ofik menjelaskan, jembatan Bailey yang dipasang memiliki kapasitas beban hingga 25 ton sampai 30 ton, setara dengan jembatan permanen.
Dengan kapasitas tersebut, jembatan dinilai aman dilalui kendaraan masyarakat, termasuk kendaraan pengangkut hasil galian C yang umumnya berbobot antara 10 hingga 15 ton.
“Kekuatan jembatan ini sudah melampaui kebutuhan, tetapi kehati-hatian tetap harus diutamakan oleh masyarakat,” katanya
Putusnya jembatan sebelumnya terangnya, berdampak besar bagi warga karena menjadi satu-satunya akses penghubung satu dusun yang dihuni sekitar 140 kepala keluarga.
Akibat kejadian tersebut, akses pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi warga sempat terhambat.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal. Bahkan sebelum jembatan Bailey tiba, warga secara swadaya membangun jembatan darurat dari bambu untuk menjaga akses tetap terbuka.
“Hal itu membuktikan betapa strategis dan pentingnya jembatan ini bagi kehidupan masyarakat,” terangnya
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, H. Ahmadi, menegaskan bahwa jembatan Bailey tersebut bersifat sementara dan merupakan aset milik Kodam IX/Udayana dengan sistem pinjam pakai.
“Jembatan darurat ini masa pakainya sekitar 18 bulan. Setelah itu akan dikembalikan ke Kodam IX/Udayana. Selama waktu tersebut, kami berharap pemerintah daerah dapat membangun jembatan permanen,” jelas Ahmadi.
Ahmadi menambahkan, jembatan tersebut memiliki bentang hingga 24 meter dan menggunakan konstruksi balok ganda sehingga kekuatannya melebihi spesifikasi standar.
Target pemasangan diperkirakan rampung dalam 10 hari ke depan dan sudah dapat dilalui kendaraan berat.
Di sisi lain, Kepala Wilayah Dusun Aik Beta Desa Prigi, Ahmad Maisir, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dimulainya pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, jembatan ini merupakan akses lintas kecamatan yang juga digunakan warga Desa Puncak Jerigo untuk menuju kantor camat dan pusat kesehatan masyarakat (PKM).
“Atas nama masyarakat Dusun Aik Beta, kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, Pangdam IX/Udayana, dan Danrem 162/Wira Bhakti. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” pungkasnya.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami