NusraID - Pondok Pesantren Darul Kamal NW Kembang Kerang, Kabupaten Lombok Timur, menggelar Daurah Ilmiah Internasional bersama ulama dan pakar hadis terkemuka, Syekh Prof. Dr. Muhammad Awamah, Ahad (30/8/2026).
Kehadiran ulama dan cendekiawan Muslim internasional tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat tradisi keilmuan Islam di lingkungan Ponpes Darul Kamal, khususnya dalam bidang hadis serta pengembangan pendidikan dan kaderisasi ulama.
Kegiatan yang mengusung tema “Ilmu Hadis, Warisan para Nabi” tersebut diikuti para santri, asatidz, akademisi, dan masyarakat umum.
Kegiatan ini selajutnya diawali dengan Muhadharah Ilmiah yang diperuntukkan bagi seluruh santri Pondok Pesantren Darul Kamal NW serta masyarakat. Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan kesempatan menyerap secara langsung pemikiran, pengalaman, dan pandangan keilmuan Syekh Prof. Dr. Muhammad Awamah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Ijazah Khassah Antar Asatidz. Forum tersebut mengangkat tema “Meneguhkan Tradisi Keilmuan Hadis: Bedah Kurikulum Ilmu Hadis dan Prospek Pengembangan Takhassus Hadis di Indonesia.”
Forum ini menjadi ruang diskusi bagi para asatidz dan akademisi untuk membahas masa depan pendidikan hadis di Indonesia, mulai dari penguatan kurikulum, tradisi sanad, hingga pengembangan program takhassus hadis.
Selain agenda keilmuan, Daurah Ilmiah Internasional tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Darul Hadis ‘Awwamah Research Center, Turki dan STAI Darul Kamal.
Pembina Yayasan Darul Kamal An-Nur, TGM. Muhammad Zainuddin Ruslan, Lc., M.A., menjadi penggagas kegiatan tersebut mengatakan, Inisiatif itu dilandasi perhatian terhadap penguatan tradisi keilmuan Islam, perluasan jejaring ulama, serta pengembangan pendidikan yang berakar pada sanad dan khazanah keilmuan Islam.
"Daurah ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperkuat tradisi keilmuan, khususnya ilmu hadis, sekaligus memperluas jejaring keilmuan antara lembaga pendidikan Islam di Lombok dengan ulama dan jaringan keilmuan Islam internasional," ucap TGM. Muhammad Zainuddin Ruslan.
Kehadiran Syekh Prof. Dr. Muhammad Awamah di tengah santri dan asatidz diharapkan semakin menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya kesinambungan ilmu, sanad, dan tradisi keilmuan yang diwariskan para ulama dari generasi ke generasi.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang intelektual yang mempertemukan khazanah Islam klasik dengan tantangan pendidikan Islam kontemporer.
“Harapannya, para santri dan generasi muda tidak hanya mencintai ilmu, tetapi juga memiliki kesungguhan untuk mendalami hadis, menjaga sanad keilmuan, dan mampu mengembangkan ilmu tersebut sesuai dengan kebutuhan zaman,” ujar TGM. Muhammad Zainuddin Ruslan.
Sementara itu, Gagasan tersebut mendapat dukungan penuh dari Ketua Yayasan Darul Kamal An-Nur, Dr. Muhammad Makki, M.Pd. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat kaderisasi ulama.
"Penguatan tradisi akademik dan kaderisasi ulama harus terus dilakukan. Kehadiran ulama dengan kapasitas keilmuan seperti Syekh Prof. Dr. Muhammad Awamah diharapkan memberikan energi baru bagi para santri, asatidz, dan akademisi untuk semakin serius mendalami ilmu hadis," kata Muhammad Makki.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi kelembagaan dalam bidang pendidikan, pengembangan ilmu hadis, serta pembinaan dan kaderisasi ulama.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat diwujudkan dalam program-program nyata yang memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan dan ilmu hadis,” ungkap Muhammad Makki.
Daurah Ilmiah Internasional tersebut tidak hanya menjadi forum pertemuan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun mata rantai tradisi intelektual Islam antara lembaga pendidikan Islam di Lombok dengan jaringan keilmuan Islam internasional.
Melalui kegiatan tersebut, Darul Kamal berharap dapat semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan pendidikan dan tradisi keilmuan Islam di Nusa Tenggara Barat.
Daurah Ilmiah Internasional ini juga diharapkan menjadi tonggak dalam memperkuat jejaring keilmuan hadis antara Indonesia dan dunia Islam, sekaligus mendorong lahirnya generasi ulama dan cendekiawan Muslim yang memiliki kedalaman ilmu, kekuatan sanad, serta kemampuan menjawab berbagai tantangan zaman.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami