- -->
  • Jelajahi

    Copyright © NusraID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Visiting Professor IAIH Pancor, Dua Guru Besar UIN Malang Motivasi Dosen Raih Jabatan Profesor

    NusraID
    Sabtu, 18 Juli 2026, 7:43 PM Last Updated 2026-07-18T12:45:43Z

    Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor menggelar kegiatan Visiting Professor dengan menghadirkan dua guru besar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yakni Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd. dan Prof. Dr. Khairul Hidayah, M.H., di ruang pertemuan lantai III kampus setempat.

     

    NusraID – Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor menggelar kegiatan Visiting Professor dengan menghadirkan dua guru besar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yakni Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd. dan Prof. Dr. Khairul Hidayah, M.H., di ruang pertemuan lantai III kampus setempat.


    Kegiatan yang diikuti seluruh dosen IAIH Pancor itu menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus memotivasi para akademisi untuk meningkatkan kualitas riset, publikasi ilmiah, dan meraih jabatan akademik tertinggi sebagai profesor.


    Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran kedua guru besar tersebut. Ia berharap kunjungan itu menjadi motivasi nyata bagi seluruh dosen untuk terus meningkatkan kualitas akademik.


    "Kami berharap kehadiran dua guru besar ini mampu menumbuhkan semangat yang tinggi bagi bapak dan ibu dosen IAIH Pancor untuk meraih jabatan guru besar. Guru besar adalah indikator paling nyata dari kesungguhan seorang dosen dalam menjalankan profesinya," ucap Abdul Hayyi Akrom. Sabtu (18/7/2026).


    Ia menegaskan, seorang profesor lahir dari proses panjang yang diwarnai konsistensi dalam menempuh pendidikan doktoral, melakukan penelitian, serta menghasilkan publikasi ilmiah, khususnya di jurnal internasional bereputasi.


    "Perguruan tinggi Islam harus terus membangun tradisi keilmuan melalui riset dan publikasi. Kami berharap karya-karya dosen IAIH Pancor semakin banyak dikenal, baik di jurnal nasional maupun jurnal internasional," katanya.


    Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Sutiah menekankan bahwa jabatan guru besar bukan sekadar gelar akademik, melainkan bentuk pengabdian dan bukti dedikasi seorang dosen terhadap dunia ilmu pengetahuan.


    "Guru besar adalah anugerah yang harus diperjuangkan. Tugas dosen adalah terus belajar, meneliti, menulis, mempublikasikan karya, dan mengabdi. Jika dilakukan secara istiqamah, insyaallah jalan menuju guru besar akan terbuka," ungkapnya.


    Menurutnya, keberadaan profesor sangat penting dalam meningkatkan kualitas kelembagaan perguruan tinggi, termasuk mendukung akreditasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.


    Pada sesi berikutnya, Prof. Dr. Khairul Hidayah membedah strategi agar karya ilmiah dapat menembus jurnal internasional bereputasi Scopus. Sebagai editor jurnal internasional bereputasi Q1, ia membagikan berbagai pengalaman praktis mulai dari menentukan topik penelitian, teknik penulisan ilmiah, hingga proses publikasi.


    "Lombok memiliki begitu banyak persoalan dan potensi yang bisa diangkat menjadi tema penelitian berkualitas internasional. Jangan mencari topik yang jauh, karena kekayaan ilmiah justru ada di sekitar kita," jelasnya.


    Ia juga mengingatkan bahwa publikasi di jurnal Scopus merupakan syarat penting bagi dosen yang ingin meraih jabatan profesor.


    Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara IAIH Pancor dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengembangan kelembagaan, peningkatan kualitas penelitian, serta penguatan publikasi ilmiah dosen.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami

    Terkini