NusraID – Bulan Agustus belum tiba. Namun semangat merah putih sudah lebih dulu berdenyut di Kecamatan Montong Gading. Sejak pagi hingga siang, gedung aula kecamatan dipenuhi para pemangku kepentingan.
Forkopimcam, kepala desa, pimpinan instansi, tokoh masyarakat hingga berbagai lembaga duduk bersama. Mereka tidak sekadar membahas agenda seremonial, tetapi merancang sebuah perayaan kemerdekaan yang diharapkan benar-benar menjadi milik seluruh masyarakat.
Bagi Camat Montong Gading, Arpin, kemerdekaan bukan hanya tentang upacara, pawai atau perlombaan. Kemerdekaan adalah warisan terbesar bangsa Indonesia yang harus terus disyukuri dan dijaga bersama.
"Konsep kegiatan kita tahun ini adalah semarak, sederhana, dan menyentuh," tegas Arpin. Kamis (16/7/2026).
Panitia peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kecamatan Montong Gading sebenarnya telah dibentuk sejak 3 Juli 2026.
Kepanitiaan itu dirancang melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari Forkopimcam, dinas dan instansi, kepala desa, lembaga pendidikan hingga berbagai elemen masyarakat.
Pada rapat pemantapan tersebut, seluruh anggota panitia kembali dikumpulkan untuk menyusun secara rinci kegiatan-kegiatan yang akan menghidupkan semarak peringatan kemerdekaan.
Menurut Arpin, semarak yang dimaksud bukan sekadar keramaian di jalan raya.
"Semaraknya tentu kita menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat kemerdekaan yang telah diberikan kepada bangsa Indonesia. Semangat NKRI dan semangat Merah Putih tidak boleh luntur dari dada kita," katanya
Karena itu, selain kegiatan-kegiatan yang bersifat hiburan, Pemerintah Kecamatan Montong Gading juga akan merangkaikan peringatan kemerdekaan dengan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan.
"Jasmani kita dapat, rohani kita juga dapat. Keduanya harus berjalan seimbang," ujarnya.
Yang paling menyita perhatian dalam peringatan tahun ini adalah sebuah inovasi yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Kecamatan Montong Gading.
Sebuah bendera Merah Putih raksasa dengan ukuran 17 meter, 8 meter, dan 45 meter akan diarak oleh para peserta pada 17 Agustus 2026.
Ketiga bagian bendera tersebut akan diberangkatkan dari tiga titik berbeda sebelum bertemu di Lapangan Umum Kecamatan Montong Gading sehingga membentuk simbol angka 17-8-45, angka yang menjadi penanda hari bersejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
"Inilah inovasi yang kita lakukan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa semangat NKRI tidak akan pernah luntur. Merah Putih tetap ada di hati kita,"jelasnya
Tidak hanya itu. Tahun ini pemerintah kecamatan juga ingin memberi ruang lebih luas kepada seluruh sumber daya manusia yang ada di desa.
Untuk pertama kalinya, anggota Badan Keamanan Desa (BKD), Linmas, hingga Pam Swakarsa akan dilibatkan dalam lomba baris-berbaris dan gerak jalan.
Penampilan mereka nantinya akan dinilai langsung oleh tim juri yang dibentuk panitia, termasuk penilaian khusus dari Forkopimcam.
Kapolsek dan Posramil bahkan akan memberikan penilaian terhadap ketepatan gerakan seperti hadap kanan, hadap kiri, balik kanan dan berbagai unsur kedisiplinan lainnya.
Tidak hanya aparat desa. Anak-anak TK, siswa SD, SMP, SMA, SMK hingga masyarakat umum juga akan diajak ikut memeriahkan seluruh rangkaian kegiatan.
"Ini bukan semata kegiatan Pemerintah Kecamatan. Ini kegiatan seluruh masyarakat Kecamatan Montong Gading bahkan masyarakat Kabupaten Lombok Timur,"bebernya
Untuk mendukung seluruh rangkaian acara tersebut, pembiayaan akan dilakukan melalui partisipasi sukarela seluruh lembaga, instansi pemerintah maupun swasta.
Arpin menegaskan seluruh proses dilakukan melalui musyawarah mufakat dan dituangkan dalam berita acara kesepahaman sehingga tidak ada unsur paksaan.
"Kita bersama-sama menyumbangkan sebagian rezeki yang kita miliki untuk mendukung semarak HUT ke-81 RI,"tuturnya
Menjelang Agustus, Pemerintah Kecamatan juga akan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh masyarakat agar memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul.
Imbauan itu akan diteruskan melalui kepala desa kepada seluruh warga, sekolah, instansi pemerintah, tempat ibadah hingga rumah-rumah masyarakat yang berada di sepanjang jalan.
Bendera Merah Putih diharapkan berkibar serentak sebagai simbol penghormatan terhadap jasa para pahlawan.
Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di ruas jalan utama, mulai dari Pringga Jurang hingga Lapangan Umum Kecamatan Montong Gading.
Menurut Arpin, keputusan tersebut bukan tanpa alasan.
Pertama, untuk mengurai kemacetan dengan mengalihkan arus kendaraan melalui Simpang Empat Kilang, Simpang Empat Montong Betok, Simpang Empat Pringge Jurang dan Simpang Empat Montong Gading.
Kedua, agar para pelaku UMKM dan pedagang kecil ikut merasakan manfaat ekonomi dari ramainya perayaan.
Mereka akan diberikan ruang untuk berjualan di kawasan lapangan yang menjadi pusat kegiatan.
"Mudah-mudahan dari kegiatan ini para UMKM dan pedagang kecil juga mendapat rezeki,"terangnya
Puncak peringatan akan berlangsung pada 17 Agustus 2026 dengan upacara pengibaran bendera pukul 07.30 WITA dan penurunan bendera pukul 17.00 WITA di Lapangan Umum Kecamatan Montong Gading.
Arpin berharap seluruh masyarakat ikut mengambil bagian dalam kemeriahan tersebut.
"Kemerdekaan adalah warisan terbesar yang kita terima. NKRI harus tetap kita junjung tinggi. Merah Putih ada dalam darah kita,"sebutnya
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan panitia untuk meminta sumbangan.
Menurutnya, seluruh proses penggalangan dana hanya dilakukan oleh panitia resmi yang memiliki identitas jelas dan berkoordinasi dengan para kepala desa.
"Kami berharap Kecamatan Montong Gading tetap kondusif dan tidak ada pihak yang mencoreng semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,"harapnya
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala UPTD Dikbud Montong Gading sekaligus Ketua I Panitia, Amat, menjelaskan berbagai perlombaan yang telah disiapkan.
Gerak jalan indah akan diikuti seluruh jenjang pendidikan mulai dari SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK dan sederajat.
Sekitar 75 sekolah negeri maupun swasta dipastikan ikut ambil bagian dalam kemeriahan tersebut.
Untuk teknis pelaksanaan, panitia masih akan menggelar technical meeting pada pekan depan.
Rapat itu akan membahas secara rinci mengenai rute, titik start dan finis, aturan pakaian hingga mekanisme peserta gerak jalan yang nantinya akan langsung mengikuti upacara penurunan bendera.
Panitia juga memastikan sistem penilaian dilakukan secara objektif dengan melibatkan tim juri yang telah memiliki standar penilaian masing-masing.
Amat berharap seluruh masyarakat memanfaatkan momentum peringatan HUT RI bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi sebagai sarana pendidikan kebangsaan.
"Kita ingin masyarakat teredukasi bahwa bangsa Indonesia harus kita pelihara dan kita jaga bersama sesuai profesi dan kondisi masing-masing,"bebernya
Ia menambahkan, masyarakat umum pun didorong ikut menjadi peserta upacara maupun gerak jalan.
Bahkan beberapa desa telah berinisiatif mengajak seluruh warganya keluar mengenakan pakaian yang sopan dan khas Indonesia agar semarak peringatan benar-benar terasa.
"Itulah konsep kita. Semarak, sederhana, tetapi benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat,"pungkasnya







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami