- -->
  • Jelajahi

    Copyright © NusraID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


     

    PC PMII Lombok Timur kutuk tindakan brutal aparat di aksi apipi jilid II, tuding kadispar dan stafsus sebagai biang kerok.

    NusraID
    Kamis, 22 Januari 2026, 8:23 PM Last Updated 2026-01-22T13:23:11Z

    Massa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Pariwisata Lombok Timur melakukan Aksi Jilid II dengan mengangkat dua besar yakni Mengecam tindakan refresif Pengawalan Demonstrasi pada Jilid Pertama dan Persoalan Pengambilalihan Pengelolaan Taman Labuhan haji yang di tengarai di lalukan secara sepihak dan serampangan.


    NusraID - Massa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Pariwisata Lombok Timur melakukan Aksi Jilid II dengan mengangkat dua besar yakni Mengecam tindakan refresif Pengawalan Demonstrasi pada Jilid Pertama dan Persoalan Pengambilalihan Pengelolaan Taman Labuhan haji yang di tengarai di lalukan secara sepihak dan serampangan.


    Ketua Umum PC PMII Lombok Timur, Yogi Setiawan yang merupakan salah satu unsur pimpinan aksi itu menyampaikan kekecewaannya kepada pada proses pengawalan aksi yang bertempat di Kantor bupati itu, menurut nya, praktek pemukulan yang di duga di lakukan oleh beberapa Aparat sudah tidak bisa di tolerir.


    “Itu sudah jauh dari yang namanya pengawalan, bahkan ketika kami sudah mulai mundur, beberapa anggota APH secara jelas mengintruksikan APH lainnya untuk maju kemudian mengejar kami secara membabi buta, Kami Bersumpah, ini Akan kami Usut Tuntas”, ungkapnya.


    Yogi juga menuding Kepala Dinas Pariwisata dan Stafsus sebagai biang kerok dari keributan tersebut, menurutnya, Kebijakan yang di buat telah memantik amarah pemuda dan mahasiswa yang selama ini turut melihat kemajuan pariwisata melalui manajemen dan tata kelola yang baik seperti yang di lakukan sunriseland.


    “Kita objektif saja, sebab secara pribadi saya tidak mengenal siapa pengelola ini, dan menurut saya itu tidak penting, tetapi ketika bersangkutan menunjukkan progres kemajuan yang nyata, kenapa harus di kooptasi dan di ambil alih secara paksa begini, lebih lebih itu di lakukan dengan sangat serampangan”,


    Menurut Yogi, apa yang di tunjukkan pengelola sunriseland merupakan percontohan model manajemen pariwisata yang baik dan layak di jadikan inspirasi untuk kebangkitan pariwisata di daerah-daerah lainnya di lombok timur, Namun Kebijakan yang di teken oleh Dinas Pariwisata di tengarai bisa membunuh semangat dan bahkan keberlangsungan pariwisata lombok timur kedepan.


    “Sebab Pariwisata itu bukan saja soal ekonomi, Ada aspek sosial dan aspek-aspek lain nya yang juga harus di pertimbangkan, Kalau hari ini Kadispar mengambil keputusan itu murni karna soal mahar dan bagi-bagi kue politik, maka bersiaplah pariwisata Lombok Timur akan hancur sebab di kelola oleh orang-orang yang tidak kompeten”.


    Di akhir statementnya, Yogi menyampaikan bahwa APIPI akan menggelar Aksi Lanjutan untuk menuntaskan polemik pengelolaan pariwisata taman labuhan haji dan meminta pertanggungjawaban Kapolres Lombok Timur.


    “Besok kami akan turun lagi, Persoalan ini adalah ulah dari Kadispar dan stafsus, tidak ada alasan rasional bagi kami ketika bupati kekeh mempertahankan dua orang ini, begitu juga Kapolres Lombok Timur, ia harus bertanggung jawab atas apa yang menimpa kawan kawan kami”, pungkasnya

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami

    Terkini