NusraID – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur menyiapkan sekitar 700 personel untuk mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Lombok Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Januari 2027 mendatang.
Kapolres Lombok Timur, AKBP Ariakta Gagah Nugraha, mengatakan bahwa persiapan pengamanan telah dilakukan sejak dini melalui berbagai langkah preemtif dan preventif, termasuk kegiatan sambang desa serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Dalam rangka persiapan pengamanan pesta demokrasi, khususnya pemilihan kepala desa di Kabupaten Lombok Timur, kami sudah mulai melaksanakan kegiatan preemtif dan preventif, termasuk sambang desa untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif," ucapnya kepada opsintbcom diruang kerjanya, Jumat (2/10/2026).
Ia menjelaskan, Polres Lombok Timur bersama seluruh Polsek jajaran juga melaksanakan kegiatan pemolisian masyarakat (Polmas), terutama di desa-desa yang akan menyelenggarakan Pilkades. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari atensi Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB).
Tercatat sekitar 157 desa akan melaksanakan Pilkades di Lombok Timur. Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Polres Lombok Timur telah melakukan pemetaan terhadap desa-desa berdasarkan tingkat kerawanan konflik, mulai dari kategori tinggi, sedang, hingga rendah.
Menurut Ariakta, desa yang memiliki riwayat konflik atau berpotensi mengalami gesekan antarkelompok akan mendapatkan perhatian dan pengamanan lebih intensif.
"Pola pengamanan akan berpatokan pada potensi konflik yang ada. Desa yang memiliki riwayat konflik atau potensi kerawanan tinggi akan mendapatkan perhatian khusus, termasuk penempatan personel lebih banyak dibandingkan desa lainnya," jelasnya.
Pengamanan nantinya dilakukan secara bertahap, mulai dari tahapan sebelum pemungutan suara, saat pelaksanaan, hingga setelah pilkades. Polres Lombok Timur juga akan bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas).
Selain itu, Polres Lombok Timur telah melakukan sosialisasi kepada para calon kepala desa. Ke depan, kepolisian juga berencana menggelar deklarasi damai yang akan diikuti seluruh peserta Pilkades sebagai upaya mencegah konflik dan menjaga persatuan masyarakat.
Untuk mendukung pelaksanaan pengamanan, Polres Lombok Timur juga telah mengajukan permintaan bantuan personel kepada Polda NTB. Sementara itu, jumlah personel TNI yang akan dilibatkan masih menunggu pendataan lebih lanjut.
Ariakta menegaskan, pemetaan tingkat kerawanan merupakan bagian dari strategi internal kepolisian untuk menentukan kebutuhan pengamanan di setiap desa. Ia menyebutkan bahwa penilaian tersebut tidak dimaksudkan untuk memberikan stigma terhadap desa tertentu, melainkan sebagai langkah antisipasi agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman.
Kapolres juga mengimbau masyarakat Lombok Timur agar bersama-sama menjaga suasana kondusif selama proses demokrasi berlangsung.
Ia berharap Pilkades 2027 dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk memilih pemimpin desa yang mampu membawa kemajuan dan pembangunan, tanpa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Timur agar bersama-sama menyukseskan pesta demokrasi ini dengan baik, menjunjung tinggi kekeluargaan dan kebersamaan. Jangan sampai Pilkades justru memecah persaudaraan yang selama ini sudah terjalin," tutupnya.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimaksih Sudah Berkunjung di Website Kami